Posted on: March 31, 2020 Posted by: Drolgan Comments: 0

Timnas Spanyol mencuri perhatian dengan gaya bermain yang atraktif di perhelatan Piala Eropa 2008. Dikenal dengan strategi tiki-taka, La Furia Roja sukses menaklukkan Eropa dan dunia.

Sebelum skema tiki taka banyak dikenal pada 2008 silam, jika menjalani turnamen besar, Spanyol kerap kali melempem. Sejak menjadi juara Piala Eropa 1964, tim Matador seakan kesusahan untuk sekadar melaju ke partai final bukan keluar sebagai juara.

Spanyol sekali menjadi runner-up pada Piala Eropa 1984, setelah itu, paling banter mereka hanya bisa menjejakkan kaki di babak perempatfinal. Setali tiga uang dengan Euro, di perhelatan Piala Dunia, Spanyol juga kurang bisa berbicara banyak.

Sebelum mengangkat trofi Piala Dunia tahun 2010, Spanyol paling tinggi hanya bisa finish keempat. Selain itu, babak perempatfinal merupakan langkah yang paling jauh bisa dilakukan Spanyol.

Namun memasuki tahun 2008, dimana Barcelona bersama Pep Guardiola mengguncang dunia dengan skema tiki taka-nya, Spanyol pun muncul dengan gaya bermain itu mayoritas skuatnya diisi oleh pemain Barcelona, seperti duet gelandang Xavi Hernandez dan Andres Iniesta, kiper Victor Valdes dan duet penyerang David Villa serta Pedro Rodriguez.

Tiki taka yang mengandalkan tiga variabel yakni segitiga, tiki-taka dan on-front defense pressing system sangat cocok dipakai timnas Spanyol mengingat postur pemain mereka yang kesusahan kalau harus beradu otot dengan pemain lawan.

Otomatis, mengalirkan bola dengan cepat sembari mengatur pergerakan pemain dengan umpan-umpan pendek segitiga menjadi solusi untuk mempertahankan ball possesion. Luis Aragones menjadi inisiator pertama gaya bermain Barcelona ini di tim Matador.

Dibawah arahan Luis Aragones, Spanyol menjadi kekuatan yang menakutkan dengan menjadi juara Piala Eropa 2008 dengan catatan mengagumkan, yakni 5 kali menang, sekali seri dan tiga diantaranya dituntaskan dengan clean sheet.

Spanyol pun berhasil mengakhiri puasa gelarnya selama 44 tahun di kancah Eropa. Setelahnya, Spanyol kembali menjadi juara dunia tuk pertama kalinya di Afrika Selatan 2010 silam. Tak berhenti disitu, Spanyol dengan tiki takanya kembali mendominasi Eropa dengan meluluhlantakkan Italia 4-0 di partai final Piala Eropa 2012.

Sayang, seiring dengan kepindahan Guardiola ke Bayern Munchen pada 2012 silam. secara perlahan, Spanyol juga mulai menurun. Di Piala Dunia 2014, mereka tersingkir sedari fase grup. Empat tahun setelahnya, di Piala Dunia 2018, mereka gugur di babak 16 besar. Sementara di Euro 2016, mereka hanya bisa melangkah hingga 16 besar.

Summary
Review Date
Reviewed Item
Tiki Takanya Guardiola Buat Timnas Spanyol Sukses Taklukkan Dunia
Author Rating
51star1star1star1star1star

Leave a Comment